Cinta….
Posted by tony on April 23rd, 2008
Love, sure… do you, really???
Judul di atas emang agak membingungkan. Sama bingungnya ketika kita berhadapan dengan apa yang dinamakan: cinta. Love, bukankah udah biasa kalo dibahas??? toh hampir semua lagu atawa film mengangkat tema itu. Tapi emang ngga ada habisnya bila ngomongin soal cinta. Dari cinta monyet ampe cinta nyemot, all of them have many stories to tell. Parahnya, semua soal cinta laris manis. Mudah-mudahan termasuk tulisan gue ini walau emang udah basi kali ya he..he..he.
Then, back again. Tentu cinta memerlukan syarat. Some says: cinta tanpa syarat: ngga’ mungkin!!! lha wong kalo mau nyimpen uang di bank aja pake syarat. Namanya aja persyaratan: itu wajib sebagai dasar atau alasan kita untuk melakukan sesuatu. Otomatis jauth cinta juga perlu dong. Nah, syarat utama jatuh cinta adalah rasa itu sendiri. Tanpo rasa, mana mungkin kita bisa jatuh cinta ya ngga???.
Syarat lainnya, itu customized by orang yang jatuh cinta. Adalah hak prerogatif seseorang atau kedua belah pihak menentukan syarat cinta itu sendiri. When somebody fell in love, they make their own terms and conditions.
 AN UNCOVENIENCE TRUTH ABOUT LOVE
Beberapa mungkin kurang disadari oleh seseorang yang sedang jatuh cinta: bahwa ketika cinta itu hadir, ada konsekuensi logis bagi kedua belah pihak untuk saling mengerti bahwa semua hal ( baik perbedaan maupun persamaan ) adalah bersifat fleksibel.
Dari cerita beberapa rekan yang sudah lama menjalin relasi atas nama cinta, mereka mengatakan ada blankspot  tak terjawab mengenai kedua belah pihak. Maksudnya adalah walau mereka udah saling mengenal, mereka sulit mengerti  kenapa dari si dia tidak ada yang berubah.
Bukankah itu udah resiko? mereka menjawab: soal perubahan sudah menjadi kesepakatan memang sifat harus dirubah. Ya, betul. Mau berubah demi pasangan adalah hal baik. tapi harap ingat, tidak mudah merubah seseorang hanya dalam waktu seminggu, sebulan atau bahkan setahun.
Maaf, bukan bermaksud menggurui. Bagi beberapa orang, merubah sifat yang sudah menjadi kebiasaan bagaikan merubah ideologi dari komunis ke liberal!!!!
Ngga’ percaya??? simaklah atau cermati hubungan anda dengan pasangan. Tiap hari ada saja keluhan, kekesalan dan ujung-ujungnya penyesalan kenapa gue milih dia.  Guys, menurut gue, yang terpenting bukanlah soal berubah. Anda tidak bisa memaksa seseorang walaupun atas nama cinta selalu turut atas kehendak anda. Kesediaan untuk mengikuti konsekuensi dari cinta hanya bisa datang dari kesadaran masing -masing untuk selalu mengatakan nobody’s perfect.
What’s next???Â
Back to the terms and conditions about love, how can you describe it???. Ngga ada yang bisa. All we knows  is that no one would ever want suffered by love or even not being himself in the name of love.
So, jangan mudah mengatakan cinta. jangan mudah pula kita untuk jatuh cinta. Ada perjalanan panjang dan melelahkan. The most important things that: don’t push too hard about love. Mungkin anda mudah jatuh cinta, tapi tidak mudah untuk melanjutkan perjalanan cinta…..
Bersambung..