Posted by tony on April 24th, 2008
SCORING YOUR RELATIONSHIPÂ
Dalam sebuah hubungan, baik suami-istri maupun pacaran tentunya kita semua sepakat bahwa antara pria maupun wanita bersifat sejajar. Kesejajaran inilah yang mendasari kekuatan intimasi masing-masing individu demi keberlanjutan relasi tersebut.
Namun, tahukah anda bahwa sebuah hubungan itu layaknya sebuah score sepakbola?? bila mencermati secara bijak, kesetaraan tidak harus diartikan sebagai sebuah hubungan yang seimbang, atau lebih tepatnya dengan nilai yang sama.
 2-1 Lebih Baik dari 1-1Â
Dalam suatu pertandingan sepakbola, semua pihak tentu setuju tidak menginginkan hasil imbang, apalagi skor kacamata. Semuanya rela dikerahkan demi hasil maksimal. Ada yang puas, ada yang kecewa. Namun hal terpenting adalah mereka bermain dalam koridor sportivitas. Belajar dari sepak bola ini, pun dalam soal relasi antar pria wanita justru perbedaan skor inilah yang menjadi penentu arah kedepan sebuah hubungan. Tersedia pelbagai pilihan untuk alternatifnya, namun, kita harus jujur mengakui hubungan monoton akan menghasilkan situasi yang monoton pula dan pada ujungnya akan berakhir dengan kegamangan ( stuck in a moment). Bukankah hal tersebut tidak kita inginkan?
Semua pihak juga sepakat tidak ada solusi jitu dalam menghadapi kejenuhan sebuah relasi. Hanya dari masing-masing pasangan diharapkan sebuah kerelaan untuk menyadari bahwa hidup tidak bisa dilihat dari kemenangan dirinya tapi juga keberanian untuk mengakui bahwa pihak lain memang lebih baik darinya.
Tak pelak, untuk menerima kekalahan jauh lebih sulit daripada menerima kemenangan. Siapapun itu, akan merasakan kepahitan bila kalah. Menang, sudah jelas dia akan membawa kepuasan. Tapi apabila kekalahan yang didapat akan diikuti dengan kekesalan, makian bahkan penyesalan.
Sangat jelas, bahwa memang dalam sebuah hubungan selalu harus ada yang menang dan ada yang kalah. Tapi bukan secara harfiah lho. Ini menyangkut soal pemahaman membaca dinamika antara pria dan wanita . Ada waktunya si pria untuk menang dan ada waktu buat wanita untuk mendapatkan hal sama.. Demikian juga sebaliknya.
Dalam artikel selanjutnya, akan dibahas kenapa pria dan wanita harus menang dan mengalah.
    Â