TENTANG KITA (Me, myself & Life…)

Just Another Teguh Perspective About Love and Life….

It’s Complicated World

Posted by tony on April 24th, 2008

Barusan aja saya  jadi tumpahan curhat dari temen. Pernikahannya yang baru seumur jagung ( emang berapa sih umur jagung) hampir dipastikan tak bertahan lama…..

Masalah klasik. Data dari Departemen Agama ( kajian wanita PKS ,2008) menunjukkan bahwa tingkat perceraian di Jakarta tergolong tinggi. Hampir ada 200 lebih gugatan cerai di tahun 2007. Lh ngeri….

Biasanya sih masalah klasik pendekatan solusinya juga klasik. Dari mulai mencoba berbicara dari hati ke hati  ( kayak iklan salah satu produk minuman ) hingga berpikir soal pendekatan antara keluarga.

Nah, saya coba kalo ke temen aku yang satu ini pake pendekatan kontemporer ( apa coba !!! ). Maksudnya adalah, harus berani ambil tindakan ekstrem untuk menyelesaikan masalahnya.

Agak kontroversial memang. Tapi saya pikir kenapa tidak dicoba. Toh hasilnya temen saya yang merasakan, diriku tidak bertanggung jawab. Enak khan….

Saran saya pertama adalah pisah ranjang/pisah rumah selama minimal 3 bulan, beri kesempatan pada masing -masing pasangan untuk bersenang-senang ( bukan berarti selingkuh ya)

Kenapa pisah ranjang?? ini untuk menguji tingkat kualitas individu yang sudah berkomitmen dalam hidup nyatanya masih ada ego yang belum terselesaikan. 3 bulan adalah waktu yang cukup untuk introspeksi bahwa hidup bukanlah diriku, tapi melainkan diriku dan dirinya.

Saran saya yang kedua: ajaklah istri temen saya untuk berkenalan dengan sebanyak mungkin pria. Jangan salah lho,  semakin banyak teman semakin mudah dia ( pasangan kita) mencari atau menilai kualitas seseorang dari pertemanannya. Walau tidak secara utuh, at least dia akhirnya mempunyai sikap bahwa seseorang tidak pernah bisa memberikan yang terbaik buat kita….kalo dah mentok pasti balik ke kita koq…

Itung-itung ajak dia refreshing juga. kalo-kalo dia bosen ma kita, ya engga’??? Kualitas individu terletak pada kesadaran untuk memilih kembali pada komitmen awal pernikahan. Jadi , jangan takut kalo isteri temen aku ini lari ke pria lain, selama dia masih menggunakan akal sehatnya…

Saran terakhir, ini paling ekstrem: cobalah untuk kembali mengenang dan melakukan kembali masa-masa pacaran sebelum menikah. Anggap aja mereka belum menikah, masih pacaran. Dari sinilah akan timbul pertanyaan dan pernyataan: kenapa ya koq kita akhirnya bisa menikah??? 

Ya itu saran saya aja, dipake juga engga apa-apa. Setuju atau tidak saya kembalikan pada hadirins sekalian.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>