<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel>
	<title>TENTANG KITA (Me, myself &#38; Life...)</title>
	<link>http://toney.dagdigdug.com</link>
	<description>Just Another Teguh Perspective About Love and Life....</description>
	<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 04:11:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Thank&#8217;s God It&#8217;s Friday&#8230;.</title>
		<link>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/25/thanks-god-its-friday/</link>
		<comments>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/25/thanks-god-its-friday/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 02:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toney.dagdigdug.com/2008/04/25/thanks-god-its-friday/</guid>
		<description><![CDATA[Most people are being exagerrated about friday. Since the holiday will comes up on saturday ( as common workers has it ), then no days will be more than friday &#8217;s freak. Here are the fact: officeÂ  worker usually use friday asÂ  meeting plot. For students, friday is just another getaway from a school hectic. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Most people are being exagerrated about friday. Since the holiday will comes up on saturday ( as common workers has it ), then no days will be more than friday &#8217;s freak. Here are the fact: officeÂ  worker usually use friday asÂ  meeting plot. For students, friday is just another getaway from a school hectic. Others use friday as praying time, while some of religions hasÂ  clerical activity from friday to sunday.</p>
<p>after all, why we should worry about it? Yup, even we are goin to run out of our ordinary world why don&#8217;t we prepare as a reason that if you aren&#8217;t just as doin well at this week, at least you areÂ  committed to do things better for the next.</p>
<p>For example, many bosses are agreed that everything will be done for upcoming days, the list should be on the table at friday&#8217;s noon. It is part of management in generally. If so, we can have it too. Unlikely for those that requiringÂ  good plan, we just need a simple to-do list over it. Make sure no mistake or you will punish yourself and feel sorry aftermath.</p>
<p>Considering how important it is, just try to review of what you have done over the week. Perhaps rethinking about your SWAT would be helpfull. Or try some another inventive ways, such as made questions like these: what kind of progress IÂ  have made? Why I should change?&#8230;.and many others questions you can develop.</p>
<p>So you could be the special one not only for your lovers atÂ  saturday night fever but just for yourself. The plan could have you altered with your personality and hopefully your career will up too. Instead of it, the plan will show how well yourÂ  managed yourself.</p>
<p>Apparently based on the reason above it is time forÂ  us to have some plan. If the walksÂ  could remember, then reward yourself withÂ  personal management. Reassemble performance could be your marks while you can follow the schedule.</p>
<p>Finally,Â the terms ofÂ  weekend isn&#8217;tÂ just of a shining day,Â Â moreÂ of itÂ we can Â prepare what would IÂ do on the next week.</p>
<p>Enjoy your weekend!!!!</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://toney.dagdigdug.com/?p=10&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_10" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/25/thanks-god-its-friday/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>It&#8217;s Complicated World</title>
		<link>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/its-complicated-world/</link>
		<comments>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/its-complicated-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 08:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/its-complicated-world/</guid>
		<description><![CDATA[Barusan ajaÂ saya Â jadi tumpahan curhat dari temen. Pernikahannya yang baru seumur jagung ( emang berapa sih umur jagung) hampir dipastikan tak bertahan lama&#8230;..
Masalah klasik. Data dari Departemen Agama ( kajian wanita PKS ,2008) menunjukkan bahwa tingkat perceraian di Jakarta tergolong tinggi. Hampir ada 200 lebih gugatan cerai di tahun 2007. Lh ngeri&#8230;.
Biasanya sih masalah klasik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan ajaÂ saya Â jadi tumpahan curhat dari temen. Pernikahannya yang baru seumur jagung ( emang berapa sih umur jagung) hampir dipastikan tak bertahan lama&#8230;..</p>
<p>Masalah klasik. Data dari Departemen Agama ( kajian wanita PKS ,2008) menunjukkan bahwa tingkat perceraian di Jakarta tergolong tinggi. Hampir ada 200 lebih gugatan cerai di tahun 2007. Lh ngeri&#8230;.</p>
<p>Biasanya sih masalah klasik pendekatan solusinya juga klasik. Dari mulaiÂ mencoba berbicara dari hati ke hati Â ( kayak iklan salah satu produk minuman ) hingga berpikir soal pendekatan antara keluarga.</p>
<p>Nah,Â saya coba kalo ke temen aku yang satu ini pake pendekatan kontemporer ( apa coba !!! ). Maksudnya adalah, harus berani ambil tindakan ekstrem untuk menyelesaikan masalahnya.</p>
<p>Agak kontroversial memang. Tapi saya pikir kenapa tidak dicoba. Toh hasilnya temen saya yang merasakan, diriku tidak bertanggung jawab. Enak khan&#8230;.</p>
<p>Saran saya pertama adalahÂ pisah ranjang/pisah rumahÂ selama minimal 3 bulan, beri kesempatan pada masing -masing pasangan untuk bersenang-senang ( bukan berarti selingkuh ya)</p>
<p>Kenapa pisah ranjang?? ini untuk menguji tingkat kualitas individu yang sudah berkomitmen dalam hidup nyatanya masih ada ego yang belum terselesaikan. 3 bulan adalah waktu yang cukup untuk introspeksi bahwa hidup bukanlah diriku, tapi melainkan diriku dan dirinya.</p>
<p>Saran saya yang kedua: ajaklah istri temen saya untuk berkenalan dengan sebanyak mungkin pria. Jangan salah lho, Â semakin banyak teman semakin mudah dia ( pasangan kita) mencari atau menilai kualitas seseorang dari pertemanannya. Walau tidak secara utuh, at least dia akhirnya mempunyaiÂ sikap bahwa seseorang tidak pernah bisa memberikan yang terbaik buat kita&#8230;.kalo dah mentok pasti balik ke kita koq&#8230;</p>
<p>Itung-itung ajak dia refreshing juga. kalo-kalo dia bosen ma kita, ya engga&#8217;??? Kualitas individu terletak pada kesadaran untuk memilih kembali pada komitmen awal pernikahan. Jadi , jangan takut kalo isteri temen aku ini lari ke pria lain, selama dia masih menggunakan akal sehatnya&#8230;</p>
<p>Saran terakhir, ini paling ekstrem: cobalah untuk kembali mengenangÂ dan melakukan kembali masa-masa pacaran sebelum menikah. Anggap aja mereka belum menikah, masih pacaran. Dari sinilah akan timbul pertanyaan dan pernyataan: kenapa ya koq kita akhirnya bisa menikah???Â </p>
<p>Ya itu saran saya aja, dipake juga engga apa-apa. Setuju atau tidak saya kembalikan pada hadirins sekalian.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://toney.dagdigdug.com/?p=9&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_9" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/its-complicated-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>How to Win Your Couples&#8230;.</title>
		<link>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/how-to-win-your-couples/</link>
		<comments>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/how-to-win-your-couples/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 06:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/how-to-win-your-couples/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut tips dan trik praktis tentang bagaimana anda bisa memenangkan perasaan atau keputusan anda tanpa membuat pasangan anda merasa salah dan kalah&#8230;.
1. Gunakan Kalimat Bijak
Penting untuk disadari bahwaÂ penggunaan tutur kataÂ dapat memenangkan sebuah keputusan. Kendala bahasa dan tentunya masalah komunikasi dapat segera teratasi bila kita dapat memilihÂ kata-kataÂ yang menunjukkan bahwaÂ pilihan kita adalah yang terbaik.
2. Pilih Waktu yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut tips dan trik praktis tentang bagaimana anda bisa memenangkan perasaan atau keputusan anda tanpa membuat pasangan anda merasa salah dan kalah&#8230;.</p>
<p>1. Gunakan Kalimat Bijak</p>
<p>Penting untuk disadari bahwaÂ penggunaan tutur kataÂ dapat memenangkan sebuah keputusan. Kendala bahasa dan tentunya masalah komunikasi dapat segera teratasi bila kita dapat memilihÂ kata-kataÂ yang menunjukkan bahwaÂ pilihan kita adalah yang terbaik.</p>
<p>2. Pilih Waktu yang Tepat</p>
<p>Seringkali kita memperdebatkan sesuatu pada waktu yang kurang tepat. Alih-alih bukan sebuah keputusan yang bijaksana bisa didapat namun hanya berupa solusi karitatif , tidak ada ujung pangkalnya dan akhirnya perdebatanÂ tiada berakhir.</p>
<p>Bukankah seringkali kita menunggu adanya &#8220;moment of truth&#8221;? itu artinya, carilah saat-saat yang tepat untuk memilih kapan kita harus berbicara pada pasangan dan pada akhirnya dia akan menerima keputusan kita.</p>
<p>3.Â Perhatian Pada Argumentasi Pasangan</p>
<p>Pada sebuah pengambilan keputusan, pilihan yang tepat adalah memperhatikan argumentasi dari lawan bicara ( baca: pasangan) .Â Kita bisa saja menafikan argumen tersebut, tapi apabila ada hal positif yang bisa kita download darinya, kenapa tidak kita masukkan dalam prioritas pilihan kita?? toh ujungnya kita yang menang koq&#8230;.</p>
<p>Â 4.Â Gesture Tubuh</p>
<p>Jangan sekali-kali terlibat dalam argumentasiÂ dengan penampilan yang terlalu demonstratif atau bahkan ofensif. Lawan bicaraÂ  akan cenderung defensif dan mencari kelemahan anda dalam berbicara maupun berdebat. Gunakan mimik yang serius, tidak menghakimi dan terlihat santai.Â Lawan bicara akan lebih mengapresiasi anda terhadap hal tersebut.</p>
<p>5. Fokus Pada Masalah</p>
<p>Ini jarang diperhatikan para argumentator. Seringkali kita terjebak pada debat kusir, tidak jelas arah pembicaraanÂ dan melebar.Â Mulailah dari inti pembicaraan dan fokus pada segala aspek-aspek langsung berkaitan dengannya. Tunjukkan kalau anda menguasai masalah tersebut dan yakinkan pada pasangan anda bahwa solusi yang dihasilkan bermanfaat buat semuanya.</p>
<p>Demikian trips dan triks dari saya, semoga bermanfaat. Tips sederhana tadi hanyalah sebagian dari apa yang saya pelajari dari sebuah relasi dengan seseorang.</p>
<p>Bagaimana dengan anda???Â Â </p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://toney.dagdigdug.com/?p=6&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_6" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/how-to-win-your-couples/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/7/</link>
		<comments>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/7/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 05:42:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/7/</guid>
		<description><![CDATA[SCORING YOUR RELATIONSHIPÂ 
Dalam sebuah hubungan, baik suami-istri maupun pacaran tentunya kita semua sepakat bahwa antara pria maupun wanita bersifat sejajar. Kesejajaran inilah yang mendasari kekuatan intimasi masing-masing individu demi keberlanjutan relasi tersebut.
Namun, tahukah anda bahwa sebuah hubungan itu layaknya sebuah score sepakbola?? bila mencermati secara bijak,Â  kesetaraan tidak harus diartikan sebagai sebuah hubungan yang seimbang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><font face="Times New Roman">SCORING YOUR RELATIONSHIP</font></strong><font face="Times New Roman">Â </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Dalam sebuah hubungan, baik suami-istri maupun pacaran tentunya kita semua sepakat bahwa antara pria maupun wanita bersifat sejajar. Kesejajaran inilah yang mendasari kekuatan intimasi masing-masing individu demi keberlanjutan relasi tersebut.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Namun, tahukah anda bahwa sebuah hubungan itu layaknya sebuah score sepakbola?? bila mencermati secara bijak,Â  kesetaraan tidak harus diartikan sebagai sebuah hubungan yang seimbang, atau lebih tepatnya dengan nilai yang sama.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Â </font><strong><font face="Times New Roman">2-1 Lebih Baik dari 1-1</font></strong><font face="Times New Roman">Â </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Dalam suatu pertandingan sepakbola, semua pihak tentu setuju tidak menginginkan hasil imbang, apalagi skor kacamata. Semuanya rela dikerahkan demi hasil maksimal. Ada yang puas, ada yang kecewa. Namun hal terpenting adalah mereka bermain dalam koridor sportivitas. Belajar dari sepak bola ini,Â  pun dalam soal relasi antar pria wanita justru perbedaan skor inilah yang menjadi penentu arah kedepan sebuah hubungan. Tersedia pelbagai pilihan untuk alternatifnya, namun, kita harus jujur mengakui hubungan monoton akan menghasilkan situasi yang monoton pula dan pada ujungnya akan berakhir dengan kegamangan ( stuck in a moment). Bukankah hal tersebut tidak kita inginkan?</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Semua pihak juga sepakat tidak ada solusi jitu dalam menghadapi kejenuhan sebuah relasi. Hanya dari masing-masing pasangan diharapkan sebuah kerelaan untuk menyadari bahwa hidup tidak bisa dilihat dari kemenangan dirinya tapi juga keberanian untuk mengakui bahwa pihak lain memang lebih baik darinya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Tak pelak, untuk menerima kekalahan jauh lebih sulit daripada menerima kemenangan. Siapapun itu, akan merasakan kepahitan bila kalah. Menang, sudah jelas dia akan membawa kepuasan. Tapi apabila kekalahan yang didapat akan diikuti dengan kekesalan, makian bahkan penyesalan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Sangat jelas, bahwa memang dalam sebuah hubungan selalu harus ada yang menang dan ada yang kalah. Tapi bukan secara harfiah lho. Ini menyangkut soal pemahaman membaca dinamika antara pria dan wanita . Ada waktunya si pria untuk menang dan ada waktu buat wanita untuk mendapatkan hal sama.. Demikian juga sebaliknya. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Dalam artikel selanjutnya, akan dibahas kenapa pria dan wanita harus menang dan mengalah. </font></p>
<p><font face="Times New Roman">Â </font><font face="Times New Roman">Â </font><font face="Times New Roman">Â </font><font face="Times New Roman">Â </font><font face="Times New Roman">Â </font></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://toney.dagdigdug.com/?p=7&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_7" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/24/7/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta&#8230;.</title>
		<link>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/cinta/</link>
		<comments>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 07:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Love, sure&#8230; do you, really???
Judul di atas emang agak membingungkan. Sama bingungnya ketika kita berhadapan dengan apa yang dinamakan: cinta. Love, bukankah udah biasa kalo dibahas??? toh hampir semua lagu atawa film mengangkat tema itu. Tapi emang ngga ada habisnya bila ngomongin soal cinta. Dari cinta monyet ampe cinta nyemot, all of them have many [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Love, sure&#8230; do you, really???</strong></p>
<p>Judul di atas emang agak membingungkan. Sama bingungnya ketika kita berhadapan dengan apa yang dinamakan: cinta. Love, bukankah udah biasa kalo dibahas??? toh hampir semua lagu atawa film mengangkat tema itu. Tapi emang ngga ada habisnya bila ngomongin soal cinta. Dari cinta monyet ampe cinta nyemot, all of them have many stories to tell. Parahnya, semua soal cinta laris manis. Mudah-mudahan termasuk tulisan gue ini walau emang udah basi kali ya he..he..he.</p>
<p>Then, back again. Tentu cinta memerlukan syarat. Some says: cinta tanpa syarat: ngga&#8217; mungkin!!! lha wong kalo mau nyimpen uang di bank aja pake syarat. Namanya aja persyaratan: itu wajib sebagai dasarÂ  atau alasan kita untuk melakukan sesuatu. Otomatis jauth cinta juga perlu dong.Â Nah,Â syaratÂ utama jatuh cinta adalah rasa itu sendiri. Tanpo rasa, mana mungkin kita bisa jatuh cinta ya ngga???.</p>
<p>Syarat lainnya, itu customized by orang yang jatuh cinta. Adalah hak prerogatif seseorang atau kedua belah pihak menentukan syarat cinta itu sendiri. When somebody fell in love, they make their own terms and conditions.</p>
<p>Â <strong>AN UNCOVENIENCE TRUTH ABOUT LOVE</strong></p>
<p>Beberapa mungkin kurang disadari oleh seseorang yang sedang jatuh cinta: bahwa ketika cinta itu hadir, ada konsekuensi logis bagi kedua belah pihak untuk saling mengerti bahwa semua hal ( baik perbedaan maupun persamaan ) adalah bersifat fleksibel.</p>
<p>Dari cerita beberapa rekan yang sudah lama menjalin relasi atas nama cinta, mereka mengatakan ada blankspotÂ Â tak terjawab mengenai kedua belah pihak. Maksudnya adalah walau mereka udah saling mengenal, mereka sulit mengertiÂ Â kenapa dari si dia tidak ada yang berubah.</p>
<p>Bukankah itu udah resiko?Â mereka menjawab: soal perubahan sudah menjadi kesepakatan memang sifat harus dirubah. Ya, betul.Â Mau berubah demi pasangan adalah hal baik.Â tapi harap ingat, tidak mudah merubah seseorang hanya dalam waktu seminggu, sebulan atau bahkan setahun.</p>
<p>Maaf, bukan bermaksudÂ menggurui. Bagi beberapa orang, merubah sifat yang sudah menjadi kebiasaanÂ bagaikan merubah ideologi dari komunis ke liberal!!!!</p>
<p>Ngga&#8217; percaya??? simaklah atau cermati hubungan anda dengan pasangan. Tiap hari ada sajaÂ keluhan, kekesalan danÂ ujung-ujungnya penyesalan kenapa gue milih dia.Â Â Guys, menurut gue, yang terpenting bukanlah soal berubah. Anda tidak bisa memaksa seseorang walaupun atas nama cinta selalu turut atas kehendak anda. Kesediaan untuk mengikuti konsekuensi dari cinta hanya bisa datang dari kesadaran masing -masing untuk selalu mengatakan nobody&#8217;s perfect.</p>
<p><strong>What&#8217;s next???</strong>Â </p>
<p>Back to the terms and conditions about love, how can you describe it???. Ngga ada yang bisa. All weÂ knows Â is that no one would ever want suffered by love or even not being himself in the name of love.</p>
<p>So, jangan mudah mengatakan cinta. jangan mudah pula kita untuk jatuh cinta. Ada perjalanan panjang dan melelahkan. The most important things that: don&#8217;t push too hard about love. Mungkin anda mudah jatuh cinta, tapi tidak mudah untuk melanjutkan perjalanan cinta&#8230;..</p>
<p>Bersambung..</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://toney.dagdigdug.com/?p=5&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_5" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>7 habit of highly success person</title>
		<link>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/7-habit-of-highly-success-person/</link>
		<comments>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/7-habit-of-highly-success-person/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/7-habit-of-highly-success-person/</guid>
		<description><![CDATA[7 HAL YANG MELEKAT PADA ORANG SUKSESÂ 
Setiap orang ingin sukses, apapun caranya. Namun untuk meraihnya, tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan untuk meraih sukses yang Anda damba. Namun untuk mewujudkannya, ada baiknya jika Anda mencontoh tujuh hal yang melekat pada diri orang-orang sukses. Philip Humbert memperkenalkannya untuk Anda di bawah ini:
Tingkat pemahaman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>7 HAL YANG MELEKAT PADA ORANG SUKSES</strong>Â </p>
<p>Setiap orang ingin sukses, apapun caranya. Namun untuk meraihnya, tentu saja tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan untuk meraih sukses yang Anda damba. Namun untuk mewujudkannya, ada baiknya jika Anda mencontoh tujuh hal yang melekat pada diri orang-orang sukses. Philip Humbert memperkenalkannya untuk Anda di bawah ini:</p>
<p><strong>Tingkat pemahaman mereka</strong><br />
Hal pertama yang mengagumkan dari orang-orang sukses adalah tingkat pemahaman mereka atas diri mereka sendiri. Mereka tahu nilai-nilai dan tujuan-tujuan mereka. Mereka pun merasa nyaman dengan pilihan yang telah mereka buat dalam hidup ini. Jika mereka melakukan kesalahan mereka menyesalinya, namun mereka mampu berdamai dengan masa lalu. Mereka juga penuh gairah, percaya diri, dan optimis dalam memandang masa depan.</p>
<p><strong>Tujuan yang jelas</strong><br />
Orang-orang yang sukses memiliki tujuan yang tertulis, mulai dari apa yang harus mereka lakukan dalam 30 hari hingga program 10 tahun.<br />
Misalnya, para atlet yang sukses memiliki target untuk mencapai skor tertentu. Sedangkan pemimpin bisnis menuliskan target penjualan mereka. Mereka semua juga memiliki tujuan pribadi dan keluara yang dinyatakan secara detil sebagaimana tujuan profesional mereka. Saran yang kita semua pernah dengar bahwa: Tulislah tujuan Anda, benar-benar bekerja dan bermanfaat.<br />
<strong><br />
Hubungan yang kuat</strong><br />
Mereka semua memahami jaringan hubungan teman dan kolega mereka. Mereka memberikan penghargaannya pada pelatih atau rekan yang pernah mengajari mereka segala sesuatu. Mereka juga membukakan pintu kesempatan yang diperlukan. Mereka sangat berterima kasih dan menghargai bahwa kesuksesan adalah buah dari jalinan kemitraan dengan banyak orang yang berbeda selama bertahun-tahun.</p>
<p><strong>Idealisme yang mengagumkan</strong><br />
Hal yang cukup menonjol dari orang-orang sukses adalah idealisme mereka. Mereka semua ingin melakukan suatu perubahan, mengisi hidup ini dengan penuh tujuan dan makna, atau meraih sebuah mimpi. Mereka dimotivasi dengan gairah untuk menciptakan dunia yang lebih baik, menyumbangkan sesuatu dan menolong orang lain.</p>
<p><strong>Pragmatisme yang luar biasa</strong><br />
Seimbang dengan idealisme mereka, orang-orang yang luar biasa sukses ini ternyata juga amat praktis. Mereka berfokus pada pemecahan masalah, dan menggunakan tehnologi, informasi dan ketrampilan untuk meraih tujuan-tujuan yang terpenting. Mereka tidak tertarik pada teori-teori atau mempertahankan pilihan masa lalu dan tradisi-tradisi tua. Mereka menginginkan cara-cara yang praktis untuk menolong mereka sendiri dalam meraih tujuan.</p>
<p><strong>Rasa ingin tahu yang dalam</strong><br />
Mereka mengobservasi budaya, membaca surat kabar, membaca tentang industri mereka. Mereka pun berusaha mempelajari semua hal yang ada di sekitar mereka. Mereka membaca tentang politik dan agama. Mereka ingin tahu tentang bursa saham dan belajar memasak. Saya terkejut bahwa sebagian besar dari mereka bukanlah ahli di bidang-bidang yang tersebut tetapi mereka amat terdidik, cerdas dan penuh rasa ingin tahu.</p>
<p><strong>Disiplin pribadi</strong><br />
Mereka tidak mau membuang-buang waktu dan membohongi diri mereka sendiri. Mereka tidak membesar-besarkan atau mengecil-ngecilkan suatu masalah. Mereka tidak menggeneralisir. Orang-orang ini amat tepat saat mereka berbicara mengenai usia, hubungan, usaha atau impian-impian mereka. Angka dan tanggal, dollar dan sen, detil amat penting bagi mereka. Mereka mudah untuk diajak bicara dan jelas dalam berkomunikasi.</p>
<p>Setiap ketrampilan di atas memang dapat dipelajari oleh setiap orang! Tidak ada rahasia sukses. Sedangkan bakat, keluarga atau keberuntungan hanyalah sebagian kecil saja dari semua ini. Orang-orang yang amat sukses ini tahu apa yang mereka inginkan, dan menggunakan hubungan mereka, kerja keras, kesabaran dan disiplin untuk mencapai hasil yang luar biasa. Demikian juga Anda! Semoga Anda sukses&#8230;.!</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://toney.dagdigdug.com/?p=4&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_4" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/7-habit-of-highly-success-person/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Management Series</title>
		<link>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/the-management-series/</link>
		<comments>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/the-management-series/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/the-management-series/</guid>
		<description><![CDATA[THE TEN COMMANDEMENT OF MANAGEMENT Â Â Biasanya manajemen menggabungkan beberapa ketrampilan, pendekatan, dan pemahaman baik itu profesi artis, penjual, penemu, pemimpi, jurubicara, wiraswastawan, perencana, konselor, pengkotbah, pendekar, diplomat, operator, negosiator, pemimpin, dan filsuf. Manajer adalah bos, kolega, teman sejawat, bawahan, guru, siswa, mentor, model peran, dan murid.Berikut 10 perintah manajemen yang berkaitan dengan individu dan perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>THE TEN COMMANDEMENT OF MANAGEMENT </strong>Â Â <font face="Times New Roman">Biasanya manajemen menggabungkan beberapa ketrampilan, pendekatan, dan pemahaman baik itu profesi artis, penjual, penemu, pemimpi, jurubicara, wiraswastawan, perencana, konselor, pengkotbah, pendekar, diplomat, operator, negosiator, pemimpin, dan filsuf. Manajer adalah bos, kolega, teman sejawat, bawahan, guru, siswa, mentor, model peran, dan murid.</font><font face="Times New Roman">Berikut 10 perintah manajemen yang berkaitan dengan individu dan perusahaan serta hubungan dengan individu lainnya. Simak deh&#8230;!</p>
<p><strong><font face="Times New Roman">Laba (profit) dan laba atas modal (return on investment)<br />
</font></strong><font face="Times New Roman">Baik jangka pendek dan jangka panjang manajemen adalah dewa yang mengantarkan Anda dari tanah gersang mediokritas, kebangkrutan, dan pembubaran, untuk keluar dari kegagalan.<br />
</font><br />
<font face="Times New Roman"><strong>Ingatlah pilar-pilar tinggi dalam manajemen unggul</strong><br />
</font><font face="Times New Roman">Perlunya perencanaan yang seksama, pertimbangan dan pengambilan keputusan yang sehat, implementasi dan pemantauan keputusan dan pengoperasian yang hati-hati dan kreatif, serta kepedulian terhadap karyawan dan hasilnya, yang didasarkan pada ketrampilan manajemen serta gaya manajemen kelas satu. Ketrampilan ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff, pembuatan keputusan, penganggaran, inovasi, komunikasi, representasi, pengendalian, pengarahan dan pemberian motivasi, hubungan personal.<br />
</font><br />
<font face="Times New Roman"><strong>Menjadi sosok yang diteladani</strong><br />
</font><font face="Times New Roman">Untuk menjadi teladan, Anda tidak boleh bersumpah palsu, harus loyal, dan jangan curang kepada kolega Anda, apalagi kepada perusahaan atau profesi.</font></p>
<p></font><strong><font face="Times New Roman">Hormati atasan dan rekan</font></strong><br />
<font face="Times New Roman">Hormatilah mereka, baik itu mentor Anda, atasan Anda, sejawat Anda, bawahan Anda, dan kolega-kolegas Anda. Sehingga Anda akan lebih awet dalam perusahaan, pangkat, maupun jabatan eksekutif. Anda pun akan dihormati sebagai individu yang loyal.</font><font face="Times New Roman"><strong>Tidak boleh iri hati</strong><br />
<font face="Times New Roman">Anda tidak boleh iri hati terhadap jabatan, gaji, perusahaan, kantor, staf, atau sumber daya kolega atau pesaing Anda. Tetapi belajarlah dari mereka dan dari keadaan sehingga Anda dapat maju dan menang dalam pergulatan untuk naik lebih cepat.<br />
</font><br />
<font face="Times New Roman"><strong>Jangan mengajukan saksi palsu</strong><br />
</font><font face="Times New Roman">Jangan sekali-sekali mengajukan saksi palsu terhadap mereka di dalam atau di luar perusahaan. Anda juga tidak boleh menfitnah, mencemarkan, memutarbalikan faktaâ€“intregitas pribadi, profesional. Organisasional juga harus dijunjung tinggi.<strong>Tidak boleh mencuri, menyuap, atau disuap</strong></font></p>
<p></font><br />
<font face="Times New Roman">Artinya, Anda tidak boleh menerima berbagai hadiah yang diberikan sebagai antisipasi pertolongan sekarang atau di masa datang, tidak boleh memalsukan catatan pengeluaran, hasil atau fakta atau menyembunyikan angka-angka maupun tes pengamanan atau tes kinerja. Sekali Anda melakukannya, tamatlah riwayat Anda.<br />
</font><br />
<font face="Times New Roman"><strong>Jangan membunuh gagasan baru</strong><br />
</font><font face="Times New Roman">Jika Anda membunuh gagasan baru, berarti Anda juga membunuh pendekatan inovatif atau pendekatan tidak biasa, membunuh tindakan meninggalkan status quo atau mempertanyakan status quo, tetapi mestinya mendorong sikap mempertanyakan, sikap kreatif, sikap berani mengambil risiko, dan sikap inovatif.<br />
</font><br />
<strong><font face="Times New Roman">Tidak boleh meninggalkan perasaan kemanusiaan<br />
</font></strong><font face="Times New Roman">Anda juga dituntut peka dan peduli terhadap orang lain, organisasi, masyarakat, dan bangsa. Apapun tingkat sukses Anda dalam organisasi, Anda harus dapat melihat diri Anda di cermin dalam hubungan Anda dengan peran utama sebagai manusia.</font><font face="Times New Roman"> <strong>Jangan berhenti berjuang</strong></font><br />
<font face="Times New Roman">Sampai kapanpun Anda jangan pernah berhenti berjuang. Hal ini berguna untuk mencapai kesempurnaan diri Anda sendiri, kolega-kolega Anda, dan organisasi Anda dalam berbagai aspek seni dan ilmu manajemen.</font><font face="Times New Roman">Nah, ke-10 perintah tersebut di atas bisa diinterprestasikan dan diterapkan secara sempit atau luas tergantung dari situasi, organisasi, dan individu yang terlibat. Perintah-perintah tersebut memberikan pedoman dan rambu-rambu dalam menghadapi kompleksitas serta tantangan, peluang, dan kepuasaan yang terkandung dalam manajemen modern masa kini. Nah jika Anda ingin sukses, tak ada salahnya taati 10 perintah manajemen di atas. Atau Anda punya kiat lain&#8230;?</p>
<p></font></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://toney.dagdigdug.com/?p=3&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_3" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/the-management-series/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang di dagdigdug</title>
		<link>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/hello-world/</link>
		<comments>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 05:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tony</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat Datang di dagdigdug.com. Ini posting pertamamu , Ekspresikan perasaanmu. Ngebloglah sekarang juga !
Berbagi
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Datang di <a href="http://dagdigdug.com/">dagdigdug.com</a>. Ini posting pertamamu , Ekspresikan perasaanmu. Ngebloglah sekarang juga !</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://toney.dagdigdug.com/?p=1&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_1" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://toney.dagdigdug.com/2008/04/23/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

